![]() |
| Ilustrasi -pemuda kangen keluarga. (Azzah / Rencang.id) |
Menjadi anak kost adalah hal yang paling sulit bagi anak rantauan, apalagi buat mahasiswa yang baru-baru masuk kuliah. Harus menahan rasa rindu kepada keluarga dan meninggalkan kampung halamanya. Tetapi, itu bisa membantu dan mengajarkan kita buat menjadi anak yang mandiri. Rasa rindu terhadap rumah sering disebut juga homesick sering muncul, terutama capek terhadap tugas kuliah yang sangat banyak, kesepian, atau buat menghadapi masalah. Menurut saya, homesick adalah hal yang paling wajar bagi mahasiswa perantau, tetapi bukan kita harus larut di dalamnya.
Salah
satu buat mengurangi homesick adalah tetap menjaga komunikasi kepada
keluarga. Sekarang ini, teknologi membantu kita buat menghubungi keluarga
melalui telepon, atau video call, tidak emang butuh setiap saat, tetapi
meluangkan waktu buat mengabarkan keadaan kita sehari-hari dapat membuat kita
merasa lebih dekat kepada keluarga.
Selain
itu, anak kost juga emang butuh membangun hubungan sosial kepada lingkungan
sekitar. Berteman kepada penghuni kost, teman kuliah, atau teman kerja biar
membuat suasana kamar menjadi hidup dan menyenangkan. Jangan sering
menghabiskan waktu sendirian karena hal tersebut membuat rasa rindu menjadi
sangat kuat.
Memiliki hal yang positif juga penting. Kita mengisi waktu luang buat belajar, membaca buku, berolahraga, memasak, atau mengikuti organisasi, boleh juga nongkrong dengan teman-teman serta membangun relasi. Dengan memiliki rutinitas positif, pikiran tidak terfokus di rumah saja.
Menurut saya, hal yang tidak kalah penting yaitu bikin suasana kamar kost seperti kamar di rumah sendiri. Contohnya membawa foto keluarga, boneka kesayangan, atau benda yang memiliki kenangan tertentu, biar dapat mengubah sauasana kamar kost menjadi lebih akrab dan nyaman.
Pada
akhirnya, homesick tidak butuh ditakuti. Rasa rindu terhadap keluarga
justru menjadi proses belajar bagi anak kost, biar membuat lebih mandiri dan
rasa bagaimana membangun relasi. Hal yang terpenting adalah mengolah rasa rindu
tersebut sambil tetap menjalankan kehidupan anak kost dengan mandiri. Dengan
komunikasi yang baik, lingkungan yang positif, dan kegiatan yang bermanfaat, biar
menjadi anak kost yang banyak relasi dan juga tidak tergantung oleh keluarga.
Penulis :Enggar Singgih Pangestu
Editor : Roviah Nurul Afifah
