![]() |
| Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa kebakaran lahan kosong di samping gedung Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Safira/Rencang.id) |
SUKOHARJO, Rencang. Id – Niat hati cuma membakar sampah, eh lahan kosong ikut jadi korban. Lahan kosong di samping gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) UIN Raden Mas Said Surakarta terbakar pada Kamis (15/10/2026) siang, saat perkuliahan sedang berlangsung.
Api bermula dari seorang pemulung yang sedang mencari botol bekas. Ia mengumpulkan sampah di lahan tersebut, membakarnya, lalu pergi begitu saja. Cuaca panas dan angin yang berembus kencang kemudian membuat api merambat ke arah selatan.
Waluyo, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menjadi salah satu saksi yang melihat kejadian itu sejak awal, Ia menyatakan bahwa pemulung tersebut datang sekitar pukul 11.30 WIB.
“Dari jam setengah 12 itu pemulungnya datang, ambil sampah, terus dibakar. Nah, akhirnya apinya ke selatan,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (16/10/2026).
Saat api membesar, Waluyo tidak sekadar menonton. Ia bergegas ke sisi selatan lahan untuk mengamankan kandang kambing yang berada di sana. “Posisi saya ada di selatan, mengamankan kandang kambing itu. Kalau tidak, kandang kambingnya kena,” katanya. Setelah api mulai mereda, ia bersama warga lain langsung mendekat ke lokasi.
Menurut keterangan di lokasi, api sebenarnya sempat dipadamkan. Namun menjelang siang, api yang dikira sudah mati itu ternyata masih menyala dan menjalar ke area lahan kosong. Petugas pemadam kebakaran Sukoharjo dan personel Polres Kartasura pun datang ke lokasi. Api berhasil dipadamkan, meski sudah terlanjur melahap hampir seluruh lahan kosong tersebut.
Kebakaran ini sontak jadi tontonan dadakan. Sejumlah unggahan mahasiswa di media sosial memperlihatkan suasana kelas yang riuh karena kobaran api terlihat jelas dari jendela gedung FIT. Maklum, kuliah jalan terus, apinya juga ikut jalan terus. Asap hitam dari kebakaran sempat mengganggu aktivitas di sekitar lokasi. Di dekat lahan itu memang ada warung jajan dan gedung FIT.
Hingga Jumat (16/10/2026), sehari setelah kejadian, lahan kosong tersebut masih mengeluarkan asap tipis. Di beberapa titik, tumpukan abu putih dan batang kayu gosong masih terlihat mengepul, sementara pepohonan di sekitarnya tampak kering dan sebagian menghitam. Api memang sudah tak terlihat, tetapi hujan belum juga turun di Kartasura sampai saat ini, sehingga sisa bara di lahan itu belum sepenuhnya padam.
Kejadian ini menambah daftar kebakaran lahan akhir-akhir ini yang dipicu angin dan lingkungan yang kering. Di cuaca sepanas sekarang, membakar sampah tanpa pengawasan bukan ide bagus. Kalau memang terpaksa, pastikan apinya benar-benar padam sebelum ditinggal pergi.
Editor: Fatimah Az-Zahra
