Demo Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran di Kartasura Memanas, Mahasiswa Bakar Ban


Aksi demonstrasi evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu kartasura, Selasa (20/10/2026). (Enggar/rencang.id)

Sukoharjo— Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026) sore. Aksi untuk mengkritik dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Ketegangan bermula saat massa aksi mulai membakar ban bekas di tengah jalan kawasan bundaran. Polisi yang bersiaga langsung berupaya memadamkan kobaran api untuk mencegah bahaya lalu lintas, namun tindakan itu mendapat penolakan dari peserta aksi.

Guna mengamankan jalannya demonstrasi, sebanyak 313 personel gabungan dari Polres Sukoharjo dan polsek jajaran diterjunkan ke lokasi.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika, menjelaskan bahwa pemadaman ban dilakukan demi keselamatan pengguna jalan mengingat Bundaran Tugu Kartasura merupakan titik persimpangan vital lalu lintas.

"Pemadaman ban dilakukan karena ini jalan umum dan dikhawatirkan memicu provokasi serta membahayakan lalu lintas. Secara umum situasi tetap kondusif," ujar AKBP Andika di lokasi kejadian.

Dalam aksi tersebut, BEM Solo Raya membawa tujuh poin tuntutan bagi pemerintah pusat. Beberapa di antaranya mendesak penetapan status bencana nasional untuk isu tertentu, penuntasan kasus korupsi, serta perbaikan kebijakan ekonomi dan pelayanan publik.

Meski arus lalu lintas di persimpangan Kartasura sempat mengalami kemacetan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.00 WIB.

Penulis:  Fais Abdul Mu'iz

Editor: Fatimah Az-Zahra

Lebih baru Lebih lama