Pasar Nusukan,
Rencang.Id — Harga ayam di sejumlah pasar di Surakarta
mengalami kenaikan dari sekitar Rp32.000 menjadi Rp37.000 per kg. Sementara
itu, harga ayam fillet mencapai sekitar Rp48.000 per kg. Kenaikan ini
membuat pedagang, pelaku UMKM, dan konsumen harus menyesuaikan pengeluaran.
Pedagang ayam,
Tony, mengatakan kenaikan harga ayam mulai terasa dan membuat modal usahanya
meningkat. “Biasanya harga ayam Rp32.000 per kg, sekarang sudah Rp37.000 per
kg. Ayam fillet juga naik sampai Rp48.000 per kg,” ujar Tony di
Surakarta, Jumat (25/9/2026). Menurutnya, salah satu faktor kenaikan harga ayam
adalah meningkatnya harga pakan.
Kenaikan harga ini
juga dirasakan pelaku UMKM fried chicken. Nopi mengatakan naiknya harga
ayam membuat modal usaha ikut bertambah, sementara harga jual harus tetap
terjangkau agar pelanggan tidak beralih. “Kalau harga ayam naik, modal kita
juga ikut naik. Padahal, kita juga harus jual dengan harga yang terjangkau
supaya pelanggan tetap suka,” ujar Nopi di Surakarta, Jumat (25/9/2026).
Dampak kenaikan
harga juga dirasakan konsumen rumah tangga. Salah satu pembeli di Surakarta
mengatakan dirinya kini mengurangi jumlah ayam yang dibeli karena kebutuhan
rumah tangga lainnya juga harus dipenuhi. “Biasanya saya beli ayam lebih banyak
untuk beberapa kali masak, sekarang paling beli secukupnya saja,” ujar Eni di Surakarta, Jumat (25/9/2026).
Pembeli juga
mengatakan ayam terkadang diganti dengan lauk lain seperti telur yang harganya
lebih terjangkau. “Kalau harganya naik seperti sekarang, ya paling belinya
dikurangi. Kadang diganti telur atau lauk lain yang harganya lebih murah,”
lanjutnya.
Kenaikan harga
ayam akhirnya berdampak pada berbagai pihak. Pedagang harus menghitung kembali
modal dan keuntungan, pelaku UMKM menyesuaikan harga dan penjualan, sedangkan
konsumen mengatur kembali anggaran belanja rumah tangga. Kondisi ini
menunjukkan bahwa kenaikan harga ayam tidak hanya dirasakan oleh pedagang,
tetapi juga ikut memengaruhi pelaku usaha dan konsumen dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
Editor: Fatimah Az-Zahra